Gurkha adalah orang-orang dari Nepal yang namanya diambil dari orang suci Hindu pada abad ke 18 yaitu Guru Gorakhnath. Gurkha dikenal terutama karena keberanian dan kekuatannya dalam birgade Gurkha dalam angkatan darat Britania Raya serta angkatan darat India. Pada abad ke 19, para pejabat Inggris menyatakan Gurkha sebagai Ras Martia, istilah yang menggambarkan sifat mereka yaitu suka berperang dan agresif dalam pertempuran, memiliki kualitas keberanian, kesetiaan, kemandirian, kekuatan fisik, ketahanan, kedisiplinan dan kekuatan militer.

Pada tahun 1815, pasukan angkatan darat Inggris berusaha menaklukkan Nepal, tetapi hal itu bukanlah perkara mudah. Pasukan Inggris selalu bisa dikalahkan oleh prajurit Nepal atau prajurit Gurkha. Setelah gagal dalam upaya penaklukkannya pada tahun 1816, disepakati perjanjian damai antara Inggris dan Nepal yang dinamakan sebagai Perjanjian Sugauli.

Kiprah Gurkha Dalam Pasukan Britania Raya

Setelah menandatangani perjanjian tersebut, Gurkha melayani perusahaan Hindia Timur Britania sebagai prajurit kontrak. Dalam sejarahnya pasukan Gurkha banyak dilibatkan dalam perang Inggris dan negara-negara persemakmurannya melawan musuh-musuh mereka. Diantaranya pada tahun 1817 sampai tahun 1818 dalam perang Anglo Maratha III. Perang ini adalah pertempuran antara perusahaan Hindia Timur di India dan Kekaisaran Maratha.

Perang Burma Inggris pada tahun 1826, perang Anglo Burma pertama dan kedua pada tahun 1846 dan 1848, dan banyak perang lainnya termasuk didalamnya pada tahun 1962 – 1864. Ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia Malaysia, Malaysia yang merupakan salah satu negara persemakmuran Inggris mendapatkan bantuan pasukan tentara Inggris untuk membantu mengalahkan musuh mereka.

Pada awalnya pasukan Gurkha berlatar belakang sebagai petani dan penggembala, kehidupan yang begitu keras membentuk prajurit tangguh yang tidak pernah mempertanyakan perintah dan tidak melihat mundur sebagai pilihan, moto mereka adalah lebih baik mati daripada menjadi seorang pengecut. Hampir selama masa perang, sekitar 250.000 Gurkha direkrut oleh Inggris di lebih dari 40 batalion.

Batalion resimen Gurkha dikerahkan ke unit reguler tentara yang menjadi bagian dari tentara India dibawah komandi Inggris. Ciri khas dari pasukan Gurkha adalah topi mereka yang merupakan ciri khas seragamnya pada awal abad ke 20. Kukri adalah senjata andalan yang selalu dibawa Gurkha selain senjata militer pada umumnya untuk bertaruh jarak dekat. Kukri sendiri merupakan pisau melengkung dengan panjang antara 16 hingga 18 inci. Pisau yang menurut legenda, ketika dikeluarkan dari sarungnya harus mencicipi darah baik dari musuh atau dari pemiliknya sebelum dimasukkan kembali.

Pada puncak perang dunia ke 2 sekitar 112.000 pasukan Gurkha berperang untuk Inggris, sekitar 43.000 pasukan Gurkha gugur untuk Inggris ketika perang dunia ke 2. Hingga masa sekarang tentara Gurkha masih direkrut secara eksklusif dari Nepal yang mayoritas berasal dari desa-desa di pegunungan. Proses seleksi Gurkha adalah salah satu yang terberat di dunia dengan 10.000 pelamar bersaing untuk 400 tempat.